post image

Penyebar Video Fitnah "Oknum Kades di Dalam Lift" Bakal Diseret ke Ranah Hukum

  • Administrator
  • 03 Sep 2026
  • Politik
  • 173 Lihat

BEKASI, bintang-save.com – Penyebaran video yang disertai narasi “diduga politisi bermesraan dengan oknum kades” di media sosial berujung pada ancaman laporan hukum.

Video berdurasi sekitar 11 detik tersebut beberapa hari terakhir beredar di jagat maya dan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Dalam video itu terlihat dua orang berada di dalam sebuah lift.

Persoalan muncul lantaran unggahan tersebut menggunakan narasi yang mengarah pada dugaan hubungan tidak pantas. Sementara itu, wajah perempuan dalam video terlihat jelas sehingga identitasnya dengan mudah dikenali oleh publik.

Perempuan yang dimaksud diketahui merupakan Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti. Menanggapi beredarnya video tersebut, suami Pipit, Muhamad Arief, memberikan klarifikasi kepada awak media, Kamis (3/9/2026) siang.

Arief menegaskan bahwa video tersebut tidak menggambarkan sebagaimana narasi yang beredar. Ia juga memastikan dirinya mengetahui berbagai aktivitas yang dilakukan istrinya.

“Dengan adanya video yang beredar di media sosial, video tersebut tidak seperti yang disangkakan dan tidak dalam konotasi negatif. Saya sebagai suami mengetahui semua kegiatan istri saya. Setiap langkahnya saya tahu,” ujar Arief.

Ia menyayangkan video tersebut disebarluaskan tanpa adanya konfirmasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Menurutnya, narasi yang menyertai video telah menimbulkan penafsiran berbeda di tengah masyarakat.

“Ini sebuah tindakan yang sangat keji. Karena tanpa terkonfirmasi kepada saya lalu dibuat narasi yang pada akhirnya disalahtafsirkan. Tindakan ini juga berbarengan dengan politik Pilkades hari ini,” katanya.

Arief memastikan beredarnya video tersebut tidak memengaruhi hubungan rumah tangganya dengan Pipit. Ia bahkan menegaskan akan tetap memberikan dukungan kepada istrinya yang kembali maju dalam kontestasi Pilkades Lambangsari.

“Jangan salah, kejadian ini tidak berpengaruh terhadap hubungan kami sebagai keluarga. Saya akan selalu menjaga istri saya di mana pun berada, salah satunya dari penyebaran video yang tidak beradab,” ujarnya.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak dijadikan alat untuk kepentingan politik dalam Pilkades Lambangsari.

“Saya meminta pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tidak menjadikan persoalan picisan ini ke dalam politik di Desa Lambangsari. Saya terus mendukung istri saya untuk maju sebagai calon kepala desa hingga terpilih kembali dan membangun desa yang kita cintai ini,” katanya.

Arief mengajak seluruh pihak mengedepankan kontestasi politik yang sehat dan bermartabat. Ia pun menegaskan akan membawa persoalan penyebaran video beserta narasi yang dianggap merugikan tersebut ke jalur hukum.

Ditemui secara terpisah, Tigor Doris Sitorus, S.E., yang terlihat bersama Pipit dalam video tersebut, juga membantah narasi yang beredar.

“Saya tegaskan bahwa narasi ‘bermesraan dengan oknum kades’ tersebut 100 persen tidak benar. Ini merupakan fitnah yang sangat keji,” tegas Tigor.

Ia menjelaskan, kejadian dalam video tersebut sebenarnya terjadi pada 2024. Menurut Tigor, keberadaannya di apartemen ketika itu bukan dalam rangka kegiatan politik maupun kampanye.

“Saat itu saya diundang ke sebuah apartemen bukan untuk kegiatan politik atau kampanye, melainkan untuk berdiskusi dengan beberapa orang terkait solusi permasalahan hukum,” jelasnya.

Tigor juga mengatakan dirinya memiliki hubungan kekeluargaan dengan Pipit dan menganggap kepala desa tersebut seperti adiknya sendiri.

“Hubungan kami murni kekeluargaan,” ujarnya.

Terkait gestur merangkul pundak yang terlihat dalam potongan video, Tigor menyebut hal tersebut merupakan bentuk sapaan dan bukan tindakan sebagaimana ditafsirkan dalam narasi yang beredar.

Menurutnya, video berdurasi sekitar 11 detik tersebut telah dipotong dan kemudian disertai narasi yang menurutnya membentuk persepsi berbeda dari konteks sebenarnya.

Ia menduga penyebaran video tersebut berkaitan dengan dinamika politik Pilkades Lambangsari.

“Menurut saya motifnya jelas, yaitu menjatuhkan karakter Ibu Pipit sebagai calon kepala desa. Ini kampanye hitam murahan untuk merusak reputasi dan elektabilitas beliau lewat isu moralitas palsu,” kata Tigor.

Tigor menegaskan dirinya keberatan dengan tuduhan yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Ia menyebut penyebaran video dengan narasi tersebut berpotensi memiliki konsekuensi hukum.

Sementara itu, kuasa hukum Tigor, Saidin Sianipar, S.H., CTL, mengatakan pihaknya tengah memantau perkembangan penyebaran video tersebut.

Ia menyebut penyebaran konten beserta narasi yang dianggap merugikan kliennya berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dari pihak kami tegas, dalam 3x24 jam kami akan melihat perkembangannya. Jika dirasa perlu dan merugikan klien kami, maka akan dilakukan tindakan hukum,” tegas Saidin.

Dalam kesempatan tersebut, Tigor turut didampingi dua kuasa hukum lainnya, yakni MP Nainggolan, S.H., M.H., dan Marson Lumban Batu, S.H.

Pihak Tigor maupun keluarga Pipit pada akhirnya meminta agar masyarakat tidak langsung mempercayai narasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui konteks lengkap sebuah video.

Mereka juga menegaskan bahwa apabila penyebaran konten tersebut terus dilakukan dan dinilai merugikan nama baik pihak-pihak yang bersangkutan, langkah hukum menjadi opsi yang akan ditempuh. (Ccp) 

 

0 Komen