post image

SMPN 8 Cibitung Jadi Tuan Rumah BOTRAM, Asda 1 Setda Kabupaten Bekasi Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Pendidikan Karakter

Cibitung, Bintang Save.com – SMP Negeri 8 Cibitung yang berada di Jalan Raya Metropolitan Cibitung. Desa/Kelurahan, Wanajaya.

dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan program Berkolaborasi untuk Terus Melayani (BOTRAM), sebuah inisiatif lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan bagi siswa.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 8 Cibitung, Hj. Siti Rokayah, S.Pd., MM, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan ini dan menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung program BOTRAM.

"Sejak didirikan pada 2018, SMPN 8 Cibitung telah berkembang pesat, dari hanya memiliki satu bangunan hingga kini memiliki fasilitas yang lebih baik, termasuk masjid megah yang dibangun dalam 87 hari dengan bantuan dari Kuwait. Kami terus berinovasi dan berkolaborasi agar sekolah ini menjadi ikon pendidikan di Cibitung," ujarnya.

Selain itu, sekolah ini juga mencatat berbagai prestasi membanggakan, salah satunya Bianca Maura Evina, siswa yang terpilih sebagai duta Indonesia dalam ajang ASEAN di Thailand.

Sebagai bagian dari program BOTRAM, berbagai layanan diberikan kepada siswa, seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi anti-narkoba, literasi keuangan, hingga pembuatan dokumen kependudukan.

Asda 1 Setda Kabupaten Bekasi: Kesehatan dan Pendidikan Karakter Adalah Kunci Sukses

Hadir dalam acara tersebut, Asisten Daerah 1 Setda Kabupaten Bekasi, Dr. Hj. Sri Enny Mainiarti, yang mewakili Pj. Bupati Bekasi Dr. Drs. H. Dedy Supriyadi, MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari.

"Menurut WHO, kesehatan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental dan emosional. Pikiran yang sehat berpengaruh besar terhadap kesejahteraan seseorang. Jika seseorang sering merasa cemas, iri, atau tertekan karena membandingkan diri dengan orang lain, kesehatannya bisa terganggu. Selain itu, kebiasaan buruk seperti merokok atau mengabaikan kesehatan mental juga berdampak negatif," jelasnya.

Ia mengajak para siswa untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan emosional, serta selalu berpikir positif.

"Keberhasilan dalam belajar dan kehidupan sangat dipengaruhi oleh pola pikir yang baik, kedisiplinan, serta hubungan sosial yang sehat. Dengan hati dan pikiran yang sehat, seseorang akan lebih bahagia dan sukses," tambahnya.

Peran Orang Tua dalam Membangun Kedekatan dengan Anak Remaja

Selain itu, Dr. Hj. Sri Enny Mainiarti juga membahas tantangan yang dihadapi orang tua dalam memahami anak-anak di usia remaja.

"Masa remaja adalah fase penuh tantangan. Anak mulai menunjukkan sikap refleks menolak atau melawan, seperti enggan mengikuti arahan orang tua, sulit bangun pagi, atau menolak makan ketika diminta. Ini merupakan bagian dari perkembangan psikologis mereka," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa orang tua perlu menerapkan komunikasi yang baik, bersikap pengertian, dan menghindari prasangka buruk agar hubungan dengan anak tetap harmonis.

"Orang tua tidak hanya perlu memberi arahan, tetapi juga memahami pola pikir anak. Alih-alih memaksakan kehendak, membangun kedekatan emosional dan mendampingi mereka dengan pendekatan yang lebih fleksibel dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis," jelasnya.

Motivasi untuk Siswa: Berpikir Cerdas dan Berperilaku Baik

Saat mengunjungi ruang kelas, Dr. Hj. Sri Enny Mainiarti menyempatkan diri untuk berbincang dengan para siswa, memberikan motivasi agar mereka selalu berpikir cerdas, kreatif, dan berperilaku baik.

"Menjadi pribadi yang baik adalah bagian penting dalam kehidupan. Jadilah siswa yang tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sekitar," pesannya.

BOTRAM: Sinergi Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Program BOTRAM di SMPN 8 Cibitung menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, komunikasi yang baik dalam keluarga, serta nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, tutupnya.
(TS)

0 Komen