post image

SMAN 3 Bekasi Jalankan Proses SPMB 2026 Penuh Dedikasi

Bekasi, bintang-save.com - Perhelatan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) SMA Negeri di Jawa Barat (Jabar) baru saja selesai. Meski menyisakan beberapa pihak yang tidak puas akan hasil SPMB, namun secara keseluruhan proses yang dilaksanakan di SMAN 3 Bekasi, terbilang kondusif.

Ibarat pertandingan, ada yang menang dan ada yang kalah. Ada yang berhasil masuk ke dalam dan ada juga yang tidak berhasil masuk. Namun itu menjadi dinamika yang tidak dapat dihindarkan. Mengingat fasilitas pendidikan di Jawa Barat, khususnya di Kota Bekasi jumlahnya belum dapat mengakomodir semua siswa lulusan SMP baik negeri maupun swasta. Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Dinamika proses SPMB dapat terlihat dari munculnya berbagai asumsi yang berusaha mendiskreditkan proses yang dilaksanakan sekolah. Namun setelah menelisik lebih dalam, tudingan-tudingan miring itu sebagian besar disebabkan oleh  pihak-pihak yang tidak terakomodir kepentingannya dan akhirnya mencari-cari celah yang tendensius.

Seperti yang muncul baru-baru ini. Dimana ada pihak yang meragukan integritas panitia sekolah tanpa melakukan check and recheck. Pihak itu menduga ada permainan yang meluluskan calon siswa yang bernilai rendah dan menggugurkan calon siswa yang nilainya lebih tinggi.

Dari penjelasan pihak sekolah kemudian diketahui bahwa memang benar ada siswa yang dalam klasemen SPMB dinyatakan tidak lulus, meski nilainya lebih tinggi dari calon siswa lain. Namun, sebelum pengumuman SPMB, orang tua dari siswa itu menyatakan mengundurkan diri karena ingin bersekolah di sekolah lain. Sistem SPMB otomatis meletakkan nama siswa dalam posisi tidak lulus, dan secara otomatis klasemen siswa yang nilainya lebih rendah itu najk dan dinyatakan lulus oleh sistem.

*Sebenarnya, tidak ada yang melakukan manipulasi, bang. Siswa mengundurkan diri sebelum pengumuman. Dan itu dapat kita tunjukkan. Orang tua siswa membuat pernyataan diatas materai untuk mundur dari proses SPMB karena ingin memilih sekolah lain. Karena sudah mundur, namanya kan tidak mungkin dihapus, oleh karena itu, sistem lalu menurunkan namanya dari dan klasemen, dan dinyatakan tidak lulus,” ungkap Dedi Supriyadi, Kepala SMAN 3 Bekasi, kepada BS, Selasa (14/7) melalui aplikasi WA

Dedi melanjutkan, “Kasihan loh bang, para operator kita. Sudah berhari-hari kerja lembur memverifikasi ribuan berkas CASIS (calon siswa), namun masih dituduh macem-macem. Kita sudah berupaya bekerja sesuai juknis yang dikeluarkan Gubernur, dan sebelum SPMB digelar, kita semua sudah menandatangani PAKTA INTEGRITAS.”

“Saya sendiri,” sambung Dedi, “sejak awal sudah mewanti-wanti untuk kerja profesional. Jangan ada operator yang bermain-main ataupun berbuat curang. Semua ada berita acaranya, baik calon siswa yang diterima di PCMB sampai ke tahap 2. Kita usahakan sesuai prosedur. Dan saya pastikan calon siswa yang dinyatakan lulus di SMAN 3 sudah melalui proses verifikasi yang benar dan sesuai juknis.

Di tempat terpisah, Marudut Tampubolon, Selasa (14/7), salah seorang aktivis kemasyarakatan juga mengapresiasi kinerja panitia SMAN 3 Bekasi. Ia menyatakan, bahwa ia sendiri mendapat perlakuan yang sama dengan orang tua calon peserta didik lainnya, dan tidak bisa menitipkan siswa sama sekali ke SMAN 3.

“Saya sudah lama kenal dengan Kepala SMAN 3 Bekasi, dan saya sendiri tidak mendapat perlakuan khusus. Terbukti, saya sendiri tidak bisa menitipkan satu orangpun calon siswa. Semua harus mengikuti prosedur. Dan kalau memang lulus, memang karena telah melewati tahapan verifikasi yang ketat,” ungkap Marudut, menilai kinerja panitia SPMB di SMAN 3 Bekasi. (GP/BS-3)

 

0 Komen