Pemerintah Desa Simpangan Prioritaskan Infrastruktur dan Mitigasi Banjir di 2025
Cikarang Utara, Bintang Save.com - Pemerintah Desa Simpangan terus berkomitmen dalam menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah perbaikan infrastruktur dan upaya penanggulangan banjir yang kerap melanda wilayah desa, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Simpangan, H. Kurma Kurniawan, mengungkapkan bahwa hampir delapan RW di desa ini terdampak banjir setiap tahunnya. Beberapa kawasan yang paling sering terkena dampak meliputi RW 02, RW 04, RW 05, dan RW 06. Menurutnya, penyebab utama banjir adalah luapan air sungai akibat tingginya curah hujan di hulu.
"Setiap musim hujan, banjir menjadi masalah utama bagi masyarakat kami. Luapan air sungai yang tidak tertampung akhirnya menggenangi permukiman warga. Oleh karena itu, kami memprioritaskan perbaikan infrastruktur, khususnya sistem drainase dan peningkatan kualitas jalan lingkungan," ujar H. Kurma Kurniawan.
Strategi Mitigasi Banjir dan Pembangunan Infrastruktur
Untuk mengatasi persoalan banjir, pemerintah desa akan memperkuat sistem drainase dengan membangun saluran air menggunakan gorong-gorong U-ditch, didukung oleh anggaran dari pemerintah provinsi. Selain itu, rehabilitasi jalan lingkungan juga akan dilakukan guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga.
Di sektor kesehatan, pembangunan Posyandu terus menjadi prioritas guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak serta mencegah stunting. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita juga akan tetap dijalankan untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak di Desa Simpangan.
Pengelolaan Ketahanan Pangan Berbasis BUMDes
Pemerintah desa juga akan mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2025. Dengan skema ini, alokasi anggaran sebesar 20 persen dari Dana Desa untuk ketahanan pangan tidak hanya terserap setiap tahun, tetapi juga dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Pada tahun sebelumnya, program ketahanan pangan dikelola oleh kelompok masyarakat. Namun, karena beberapa kendala seperti tingkat kematian ternak yang cukup tinggi, kini pengelolaannya akan dialihkan ke BUMDes agar lebih terstruktur dan berkelanjutan," jelasnya.
Meski demikian, saat ini pemerintah desa belum dapat mengalokasikan dana untuk program subsidi sembako karena belum ada regulasi yang mengizinkan penggunaan Dana Desa untuk kebijakan tersebut.
Komitmen pada Pembangunan Berkelanjutan
H. Kurma Kurniawan menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan telah sesuai dengan regulasi dan akan terus ditingkatkan di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan desa.
"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jabatan kami mungkin terbatas, tetapi yang terpenting adalah hasil kerja yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kami ingin meninggalkan jejak yang baik, karena pemimpin yang baik adalah yang mampu membawa perubahan positif bagi warganya," tutupnya.
Dengan berbagai program yang telah dirancang, Pemerintah Desa Simpangan optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdaya saing.
0 Komen