post image

Normalisasi Kali Cibitung Dikebut, Camat Encun Sunarto Soroti Peran Strategis CBL dan Ajak Pemerintah Percepat Penanganan

Cibitung, Bintang Save.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi — Upaya penanganan banjir melalui program normalisasi kali di wilayah Kecamatan Cibitung terus menunjukkan progres yang signifikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Camat Cibitung, Encun Sunarto, SE., M.M., dalam wawancara bersama media Bintang Save, yang secara konsisten memantau perkembangan pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Encun menjelaskan bahwa wilayah Cibitung memiliki tantangan geografis tersendiri karena dilintasi oleh tiga aliran sungai utama, yakni Kali Trias (Serengseng), Kali Sadang, dan Kali Cangkring, yang seluruhnya bermuara ke Kanal CBL. Kondisi ini membuat Cibitung menjadi wilayah lintasan air, baik dari curah hujan lokal maupun kiriman dari wilayah hulu.

“Permasalahan utama yang kita hadapi adalah masih adanya titik-titik banjir saat curah hujan tinggi. Namun, dibandingkan sebelumnya, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik karena pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan normalisasi di sejumlah titik,” ujar Encun.

Ia mengungkapkan, sepanjang Januari 2026, sempat terjadi tiga kali luapan air yang menyebabkan banjir di beberapa titik. Meski demikian, penanganannya dinilai lebih cepat dan efektif berkat normalisasi yang telah dilakukan di sejumlah kali besar.

Encun menambahkan, upaya normalisasi yang dilakukan pemerintah daerah sudah berjalan cukup masif, termasuk perbaikan aliran sungai, pelebaran, serta penataan jembatan yang sebelumnya menghambat aliran air. Bahkan, pada tahun ini, seluruh jembatan dengan konstruksi “kaki tiga” yang berpotensi menjadi penyumbat aliran air ditargetkan telah selesai diperbaiki.

“Kami pastikan di Cibitung tidak ada lagi jembatan yang menghambat aliran air. Ini bagian penting dari upaya pencegahan banjir,” tegasnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya perhatian dari pemerintah pusat terhadap normalisasi Kanal CBL, yang merupakan muara utama dari seluruh aliran sungai di wilayah tersebut. Menurutnya, kapasitas CBL saat ini belum sepenuhnya optimal dalam menampung debit air, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah hulu.

“CBL ini kewenangannya ada di pusat. Kami berharap ada normalisasi skala besar agar mampu menampung aliran air secara maksimal, sehingga potensi banjir bisa ditekan,” jelas Encun.

Selain itu, pembangunan Bendung Srengseng Hilir (BKS 0) juga diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatur debit air, baik untuk pengendalian banjir maupun mendukung kebutuhan irigasi pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Di sisi lain, Encun juga menyoroti beberapa titik rawan longsor di bantaran kali, seperti di Kali Sadang wilayah Wanasari. Pihak kecamatan telah berkoordinasi dan melaporkan kondisi tersebut kepada dinas terkait agar segera dilakukan penanganan.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Camat Cibitung juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air di permukiman.

“Kami menghimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga aliran tetap lancar. Ini bagian penting dari pencegahan banjir,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain persoalan banjir, Encun juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan lalu lintas. Ia menyebutkan bahwa pembangunan underpass di Jalan Bosih telah berhasil mengurangi kemacetan akibat perlintasan kereta. Namun, masih diperlukan penanganan serupa di Jalan Telaga Asih–Wanajaya yang hingga kini masih menjadi titik kemacetan.

“Kami berharap ke depan ada solusi seperti underpass agar mobilitas masyarakat semakin lancar,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah yang telah dan sedang dilakukan, Pemerintah Kecamatan Cibitung optimistis penanganan banjir dan peningkatan infrastruktur akan terus membaik. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas banjir di wilayah Cibitung. (TS)

0 Komen