post image

Serap Aspirasi Warga, Nuryasin Dorong Prioritas Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran

  • Administrator
  • 30 Apr 2026
  • Ragam
  • 11 Lihat

Bekasi, bintang-save.com — Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, H. Nuryasin Suparmin, Lc, menggelar reses Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026 di halaman Kantor Sekretariat RW 013, Perumahan Graha Taman Kebayoran, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (30/4) sore.

Kegiatan ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, sekaligus menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Nuryasin membuka paparannya dengan mengapresiasi antusiasme warga yang hadir.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran dan respon masyarakat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tambun Selatan memiliki karakteristik tersendiri karena seluruh wilayah kecamatan berada dalam satu daerah pemilihan (dapil). Kondisi ini, menurutnya, membuat cakupan persoalan pembangunan menjadi lebih luas dan kompleks.

“Berbeda dengan daerah lain yang satu dapil bisa mencakup dua atau tiga kecamatan, di sini satu kecamatan satu dapil. Artinya, pekerjaan rumah pembangunan juga cukup banyak,” jelasnya.

Di sisi lain, Nuryasin menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami penyesuaian. Ia menyebutkan, APBD Kabupaten Bekasi mengalami efisiensi dari sekitar Rp9 triliun menjadi Rp7 triliun karena adanya pengalihan prioritas anggaran.

“Perlu dipahami, DPR RI dan DPRD memiliki perbedaan, terutama dari sisi anggaran. Saat ini juga ada efisiensi karena sebagian anggaran difokuskan untuk program makan bergizi gratis,” katanya.

Lebih lanjut, ia menguraikan tiga fungsi utama DPRD, yakni penganggaran, pengawasan, dan legislasi. Pada fungsi legislasi, DPRD tengah membahas sejumlah kebijakan bersama pemerintah daerah, termasuk rancangan peraturan daerah tentang buruh serta pembahasan LKPJ melalui panitia khusus.

Di bidang penganggaran, Nuryasin mengaku telah mengusulkan sejumlah program pembangunan, seperti perbaikan jalan di kawasan Taman Kebayoran. Namun, keterbatasan anggaran membuat beberapa usulan belum dapat direalisasikan.

“Saya juga pernah mengusulkan pengadaan 124 unit baktor, tetapi harus dicoret karena efisiensi anggaran,” ungkapnya.

Ia juga mendorong solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, salah satunya melalui pembangunan jalan layang dari Gedung Juang hingga Polsek, serta di kawasan Jalan Pasar Induk Cibitung.

“Usulan ini sudah saya sampaikan langsung kepada Plt Bupati Bekasi agar bisa menjadi perhatian,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Daris memaparkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program bank sampah. Ia menekankan bahwa bank sampah berperan sebagai sarana edukasi lingkungan, bukan sekadar tempat pengumpulan.

“Masyarakat harus mulai terbiasa memilah sampah rumah tangga. Ini bagian dari upaya menciptakan pegiat lingkungan baru,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan rencana penambahan 10 unit baktor serta 10 unit dari program TJSL, sembari berharap adanya dukungan tambahan seperti mesin pencacah sampah.

Sementara itu, Ketua RW 013, Wajiman, berharap reses ini mampu mendorong realisasi aspirasi warga.

“Kami berharap aspirasi yang disampaikan bisa diperjuangkan, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan pendamping Komisi IV Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi, Hisyamulloh, menambahkan bahwa reses merupakan sarana komunikasi dua arah antara dewan dan masyarakat.

“Silakan manfaatkan forum ini dengan baik. Jika waktu tidak cukup, aspirasi dapat disampaikan secara tertulis melalui anggota dewan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi. (Ccp) 

0 Komen