post image

Rutilahu di Karangasih Sasar 26 Rumah, Pemkab Bekasi Dorong Perbaikan Hunian dan Kesejahteraan Warga

CIKARANG UTARA, Bintang_Save.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran program tersebut adalah Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara. Sosialisasi penerimaan manfaat program Rutilahu dilaksanakan di Aula Kantor Desa Karangasih, Selasa (30/9/2026), sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada calon penerima terkait mekanisme, persyaratan, teknis pelaksanaan hingga pengawasan bantuan.

Koordinator Fasilitator Rutilahu Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Toni Kushartono, SE, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan agar masyarakat calon penerima memahami seluruh mekanisme program secara terbuka, mulai dari prosedur hingga teknis pembangunan di lapangan.

“Tujuannya supaya masyarakat calon penerima mengetahui mekanisme, prosedur dan teknis pelaksanaan Rutilahu di Kabupaten Bekasi. Jadi semuanya transparan dan masyarakat memahami penggunaan anggaran maupun pelaksanaan di lapangan,” ujar Toni.

Menurutnya, untuk Desa Karangasih terdapat 26 unit rumah yang ditetapkan sebagai penerima manfaat. Jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi terhadap usulan yang sebelumnya diajukan oleh pemerintah desa.

“Untuk Desa Karangasih ada sebanyak 26 unit. Sebelumnya usulan dari desa lebih banyak, kemudian setelah dilakukan verifikasi oleh teman-teman KPM, akhirnya ditetapkan 26 rumah yang sedang diproses untuk realisasi bantuannya,” jelasnya.

Toni menerangkan, sasaran utama program Rutilahu adalah masyarakat yang memenuhi kriteria, di antaranya warga Desa Karangasih yang masuk dalam desil 1 dan 2, serta memiliki dokumen kependudukan dan legalitas tanah yang dipersyaratkan.

Adapun nilai bantuan yang diterima setiap penerima manfaat sebesar Rp40 juta, dengan alokasi sekitar Rp34 juta untuk material bangunan, Rp5,6 juta untuk upah tukang, dan Rp400 ribu untuk operasional lembaga.

Dari sisi teknis, pembangunan diarahkan memenuhi standar kelayakan dan keamanan bangunan. Pekerjaan antara lain mencakup struktur dasar, seperti cakar ayam, sloof, tiang, sloof atas, hingga bagian atap. Kondisi lantai juga diarahkan agar memenuhi standar kelayakan, minimal diplester atau menggunakan keramik sesuai kebutuhan pembangunan.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan pelaksanaannya sesuai ketentuan, pengawasan dilakukan secara berjenjang. Toni menyebut setiap desa terdapat tenaga yang melakukan pengawasan secara intensif dengan dukungan fasilitator.

“Pengawasan dilakukan secara intensif dan dibantu teman-teman fasilitator. Perkembangannya dilaporkan setiap minggu kepada dinas terkait, khususnya bidang permukiman,” katanya.

Ia menambahkan, setelah sosialisasi dilaksanakan, pekerjaan pembangunan dapat segera dimulai. Untuk Desa Karangasih, pelaksanaan pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan sekitar satu bulan untuk 26 unit rumah.

“Setelah sosialisasi, satu sampai dua hari sudah bisa mulai dilaksanakan. Targetnya sekitar satu bulan sudah selesai untuk 26 unit di Desa Karangasih,” pungkas Toni.

Pemdes Karangasih: Rutilahu Bantu Ringankan Beban Warga

Sementara itu, Pj. Kepala Desa Karangasih, Enjen Supriyadi, menyambut baik pelaksanaan program Rutilahu di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini masih menempati rumah dengan kondisi kurang layak.

“Atas nama Pemerintah Desa Karangasih, kami sangat mendukung pelaksanaan Rutilahu ini. Program ini tentunya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga yang rumahnya masih belum layak huni,” ujar Enjen.

Ia menyampaikan, dari total 26 rumah yang menjadi sasaran program tahun ini, sebanyak 13 rumah atau sekitar 50 persen telah mendapatkan manfaat, sementara sisanya masih dalam proses pelaksanaan.

Enjen menilai, perbaikan rumah tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat.

Dengan memiliki rumah yang lebih layak, masyarakat diharapkan dapat hidup lebih sehat dan nyaman. Kondisi rumah yang baik juga dapat mendukung anak-anak dalam belajar sehingga suasana tempat tinggal menjadi lebih kondusif untuk kegiatan keluarga.

“Paling tidak manfaatnya dapat dirasakan dari sisi kesehatan dan kenyamanan keluarga. Anak-anak yang masih belajar juga bisa mendapatkan suasana yang lebih baik dan produktif,” katanya.

Menurut Enjen, bantuan tersebut juga menjadi perhatian penting bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas karena biaya memperbaiki rumah secara mandiri bukanlah hal yang mudah.

Karena itu, ia berharap penerima manfaat dapat menjaga dan merawat rumah yang telah diperbaiki sehingga manfaat program pemerintah tersebut dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemdes Dorong Program Rutilahu Berkelanjutan

Lebih lanjut, Enjen berharap program Rutilahu dapat terus berlanjut. Sebab, kebutuhan terhadap rumah layak huni di tengah masyarakat masih cukup besar, khususnya bagi keluarga yang kondisi ekonominya belum memungkinkan melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Untuk program Rutilahu, menurut saya masyarakat masih membutuhkan. Jadi tetap perlu berjalan, terutama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai, program tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat meningkatkan kualitas kehidupan.

Pemerintah Desa Karangasih pun berharap adanya kesinambungan program agar secara bertahap semakin banyak rumah warga yang sebelumnya tidak layak dapat diperbaiki dan memenuhi standar hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman.

Program Rutilahu di Desa Karangasih menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus bagian dari upaya peningkatan kualitas permukiman di Kabupaten Bekasi. (TS)

0 Komen