post image

Bappeda Ungkap Baru 129 dari 7.000 Perusahaan di Bekasi Aktif Salurkan CSR

BEKASI, bintang-save.com — Potensi kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Kabupaten Bekasi dinilai masih sangat besar. Dari sekitar 7.000 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, baru 129 perusahaan yang tercatat aktif menyalurkan corporate social responsibility (CSR).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi, Finasari Nalurita, saat menghadiri kegiatan penyaluran CSR PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) bersama PT Harrosa Darma Nusantara di SMPN 1 Cikarang Pusat, Kamis (1/10/2026).

Finasari mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam program CSR menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah. Namun, jumlah perusahaan yang tercatat aktif menyalurkan CSR masih jauh dibandingkan dengan total perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi.

“PT Suzuki adalah salah satunya. Ini menunjukkan bahwa PT Suzuki peduli terhadap lingkungan,” kata Finasari.

Menurutnya, kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat perlu terus diperluas. Dunia usaha dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.

“Kami mengajak perusahaan di Kabupaten Bekasi agar peduli terhadap lingkungannya. Hari ini kita melihat bagaimana dunia usaha hadir dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, kesadaran, dan bagaimana kita bisa membangun karakter kepedulian kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Finasari menilai program CSR tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung. Dukungan perusahaan dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pendidikan, lingkungan, kesehatan maupun pemberdayaan masyarakat.

Untuk membuka ruang partisipasi tersebut, Bappeda Kabupaten Bekasi kembali membuka Musrenbang CSR selama Oktober. Melalui forum itu, perusahaan dapat mengajukan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Sejumlah kebutuhan yang dapat menjadi sasaran dukungan antara lain rehabilitasi sekolah, perbaikan fasilitas sanitasi hingga pelatihan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Bappeda, forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan potensi dukungan dari dunia usaha. Dengan demikian, program CSR tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat diarahkan agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan CSR PT Suzuki Indomobil Motor bersama PT Harrosa Darma Nusantara di SMPN 1 Cikarang Pusat menjadi salah satu contoh keterlibatan dunia usaha dalam mendukung sektor pendidikan dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang diberikan antara lain empat mesin fogging, pembangunan lubang biopori, taman mini dan green house. Program tersebut juga dilengkapi seminar lingkungan hidup serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Bagi Bappeda, keterlibatan perusahaan seperti Suzuki dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bekasi.

Dengan jumlah perusahaan yang mencapai ribuan, ruang kontribusi dunia usaha masih terbuka luas. Tantangannya adalah bagaimana semakin banyak perusahaan mengambil bagian dan mengarahkan program CSR pada kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah. (TS/Ccp)

 

0 Komen