post image

Devi Alvera Gerakkan Bundo Kanduang Bekasi, Festival Budaya Nusantara Semarakkan Gedung Juang

  • Administrator
  • 04 Sep 2026
  • Budaya
  • 26 Lihat

BEKASI, bintang-save.com – Museum Bekasi atau Gedung Juang 45 Tambun Selatan dipenuhi warna-warni budaya Nusantara saat Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Bundo Kanduang DPD Kabupaten Bekasi menggelar Festival dan Pagelaran Budaya Nusantara, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi itu menjadi ruang pertemuan berbagai budaya, sekaligus ajang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Festival tersebut digagas Ketua Bundo Kanduang IKM Kabupaten Bekasi, Devi Alvera, S.S., yang turun langsung mengawal seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Melestarikan Budaya, Menguatkan Persaudaraan Menuju Kabupaten Bekasi yang Maju, Harmonis, dan Berbudaya”, acara menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari karnaval busana adat Nusantara, lomba tari tradisional Minang, paduan suara lagu Minang dan lagu perjuangan, lomba mewarnai anak, hingga tradisi bajamba.

Bagi Devi Alvera, festival budaya bukan sekadar perlombaan atau hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Budaya adalah identitas sekaligus jembatan persaudaraan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan, melestarikan tradisi, dan mengajak generasi muda untuk lebih mencintai budaya bangsa,” ujar Devi.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Sekitar 70 anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai, sementara berbagai kelompok Bundo Kanduang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi ikut ambil bagian dalam perlombaan seni dan budaya.

Tradisi bajamba, yang menjadi salah satu ciri khas budaya Minangkabau, juga menarik perhatian pengunjung. Tradisi makan bersama tersebut sarat dengan pesan kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat gotong royong.

Memasuki malam hari, suasana semakin semarak melalui hiburan KIM (Kesenian Irama Minang), seni tradisional khas Sumatera Barat yang memadukan musik, pantun, dan permainan rakyat. Gelak tawa dan keakraban peserta pun mewarnai puncak acara hingga pembagian hadiah kepada para pemenang.

Dalam perlombaan karnaval busana adat Nusantara, Bundo Kanduang DPC Serang Baru berhasil meraih juara pertama. Sementara lomba paduan suara dimenangkan grup Cibitung, disusul grup Serang Baru sebagai juara kedua.

Keberhasilan festival tersebut tidak lepas dari kerja sama para pengurus dan anggota Bundo Kanduang yang bergotong royong menyiapkan kegiatan.

Devi Alvera bersama jajaran pengurus terlibat langsung dalam koordinasi, administrasi, hingga membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dukungan demi suksesnya acara.

Dukungan datang dari berbagai elemen, di antaranya RS Mitra Keluarga Grand Wisata yang menyediakan layanan pengobatan gratis bagi sekitar 200 warga, McDonald’s Grand Wisata yang mendukung hadiah lomba mewarnai, Wardah, Klinik Kansah Serang Baru, Kadin Kabupaten Bekasi, serta sejumlah tokoh dan lembaga lainnya.

Festival juga dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh budaya, pegiat seni, hingga perwakilan instansi pemerintah. Kehadiran berbagai elemen tersebut semakin memperkuat pesan bahwa budaya mampu menjadi ruang bersama yang melintasi batas suku, profesi, dan latar belakang.

Kiprah Bundo Kanduang Kabupaten Bekasi sendiri tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Minangkabau. Organisasi ini juga aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, santunan anak yatim, berbagi takjil Ramadan, kegiatan seni, hingga berbagai program kemasyarakatan.

Bahkan, pada 23 Agustus 2026 lalu, Bundo Kanduang Kabupaten Bekasi berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menjadi juara paduan suara tingkat nasional di Hotel Borobudur, Jakarta.

Melalui Festival dan Pagelaran Budaya Nusantara, Devi Alvera dan Bundo Kanduang kembali menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga kekuatan untuk membangun persaudaraan, memperkuat peran perempuan, serta menanamkan semangat kebhinekaan kepada generasi penerus.

Di tengah keberagaman Kabupaten Bekasi, semangat “Bersatu dalam Keberagaman” yang diusung Bundo Kanduang menjadi pesan bahwa budaya dapat menjadi perekat kebersamaan menuju masyarakat yang maju, harmonis, dan berbudaya. (Ccp) 

0 Komen