Cegah Ancaman Penyakit, Wali Kota Lubuk Linggau Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Lubuk Linggau, Bintang_Save.com – Pemerintah Kota Lubuk Linggau terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit melalui koordinasi serta sinergi lintas sektor. Upaya tersebut ditegaskan Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, saat menghadiri Pertemuan Koordinasi dan Advokasi sekaligus membuka Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 di Hotel Dewinda Lubuk Linggau, Kamis (1/10/2026).
Dalam sambutannya, H Rachmat Hidayat mengatakan pembangunan kesehatan merupakan salah satu investasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, persoalan kesehatan saat ini semakin kompleks karena masyarakat masih dihadapkan pada berbagai penyakit menular, sementara kasus penyakit tidak menular juga membutuhkan perhatian serius.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas serta pembangunan daerah secara keseluruhan.
Karena itu, diperlukan langkah pencegahan dan pengendalian yang dilakukan secara terencana, terpadu, serta melibatkan berbagai pihak.
“Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan koordinasi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit,” ujar H Rachmat Hidayat.
Ia menyebut sejumlah penyakit masih menjadi perhatian dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Di antaranya Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, demam berdarah, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).
Selain penyakit menular, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Penyakit tersebut dinilai membutuhkan upaya pengendalian yang berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, edukasi kesehatan, deteksi dini, serta penguatan program kesehatan.
Menurut H Rachmat Hidayat, keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat daerah, hingga masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
“Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuk Linggau, Marlinda Sari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di Kota Lubuk Linggau.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor serta menyusun langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Marlinda.
Peserta kegiatan terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, serta pengelola program TB, HIV, dan penyakit tidak menular.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Lubuk Linggau berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin kuat sehingga berbagai program pencegahan dan pengendalian penyakit mampu dilaksanakan secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Catatan redaksional: Saya sengaja tidak memasukkan angka kasus, target penurunan penyakit, atau capaian program karena data tersebut belum ada di bahan. Untuk berita online, lebih baik tidak mengarang angka hanya agar beritanya terlihat lebih “kuat”. Jika ada data kasus TB, HIV, DBD, hipertensi/diabetes atau target Dinkes Lubuk Linggau tahun 2026, bagian itu justru sangat bagus dimasukkan karena akan membuat berita jauh lebih bernilai dan menarik bagi pembaca.(Ae)
0 Komen