post image

“Plafon Menghitam, Beton Penyangga Retak: Dua Ruang Kelas SDN Telaga Murni 02 Butuh Perhatian Pemkab Bekasi”

Cikarang Barat, Bintang_Save.com – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi kembali menjadi perhatian. Dua ruang kelas di SDN Telaga Murni 02, Kecamatan Cikarang Barat, diketahui mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perhatian serta penanganan dari pemerintah daerah.
Pantauan Bintang_Save.com saat mengunjungi SDN Telaga Murni 02 pada Selasa (8/9/2026), terlihat kondisi bagian langit-langit ruang kelas yang sudah mengalami kerusakan. Warna plafon yang semula putih tampak berubah menjadi hitam dan kecokelatan akibat sering terkena rembesan air hujan serta paparan panas.
Kerusakan juga terlihat pada bagian penyangga dan konstruksi di atas ruang kelas. Sejumlah bagian berbahan beton tampak mengalami retak dan kerusakan, sehingga kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang lebih serius, bukan sekadar pemeliharaan ringan.


Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri karena ruang kelas merupakan bagian penting dalam menunjang kegiatan belajar-mengajar. Terlebih, kebutuhan ruang kelas yang layak menjadi salah satu faktor pendukung agar proses pendidikan dapat berjalan secara aman, nyaman, dan optimal.
Kepala SDN Telaga Murni 02 Cikarang Barat, Eka Badriah, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan kondisi dua ruang kelas yang mengalami kerusakan tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian dari pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, sekitar satu bulan sebelum kunjungan Bintang_Save.com, pihak terkait dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi telah datang ke sekolah untuk melihat kondisi bangunan.
“Sudah pernah dikunjungi oleh pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi sekitar satu bulan yang lalu. Mereka menyampaikan akan melakukan pengecekan dan pendataan,” ujar Eka saat berbincang dengan Bintang_Save.com.
Ia berharap proses pendataan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan rencana rehabilitasi atau pembangunan sesuai tingkat kerusakan bangunan.
“Kami sebagai kepala sekolah sangat berharap dalam waktu dekat ini bisa direalisasikan pembangunannya. Sebab, kami sangat membutuhkan ruang kelas yang memadai untuk melaksanakan kegiatan proses belajar-mengajar,” ungkapnya.


Eka menjelaskan, ketersediaan ruang kelas yang layak juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dalam satu shift. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pihak sekolah berharap dapat menjalankan proses pendidikan dengan lebih baik.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi telah mendorong sekolah-sekolah agar mampu melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dalam satu shift apabila kondisi dan ketersediaan ruang kelas memungkinkan.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga sudah mendorong agar sekolah yang sudah bisa menjalankan kegiatan proses belajar-mengajar satu shift, silakan. Karena itu, dukungan ruang kelas yang memadai tentu menjadi harapan kami,” tegas Eka.
Butuh Perhatian Pemerintah
Kerusakan yang terlihat di SDN Telaga Murni 02 menjadi gambaran bahwa pemeliharaan rutin saja belum tentu cukup untuk menangani bangunan sekolah yang tingkat kerusakannya sudah membutuhkan rehabilitasi lebih besar.
Apalagi, apabila kerusakan terjadi pada bagian plafon maupun konstruksi penyangga bangunan, diperlukan pemeriksaan teknis dan penanganan sesuai hasil kajian pihak yang berwenang agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung dengan aman.

Karena itu, pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pengecekan dan pendataan yang telah dilakukan sebelumnya.
Harapan tersebut bukan semata-mata mengenai perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pembentukan generasi penerus. Karena itu, kondisi ruang belajar yang aman dan memadai menjadi kebutuhan mendasar yang patut mendapat perhatian bersama.
Kondisi dua ruang kelas di SDN Telaga Murni 02 tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian Pemkab Bekasi, khususnya perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam penanganan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga kebutuhan rehabilitasi dapat segera dikaji dan ditindaklanjuti berdasarkan kondisi teknis di lapangan.
Bintang_Save.com akan terus memantau perkembangan penanganan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari perhatian terhadap kepentingan publik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. (TS)

0 Komen