Kades Berganti, Pelayanan Tak Berubah: Perangkat Desa Lambangsari Tetap Layani Warga
BEKASI, bintang-save.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari 2026 telah berakhir. Hasil politik pun telah ditetapkan. Namun, satu hal tidak ikut berubah: pelayanan kepada masyarakat.
Meski kepala desa petahana Pipit Haryanti, S.Ei., belum mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya, aktivitas Pemerintah Desa Lambangsari tetap berjalan normal. Perangkat desa kembali bekerja, melayani warga dan menjalankan agenda pemerintahan tanpa terpengaruh hasil kontestasi.
Kasi Pemerintahan Desa Lambangsari, Yandi Hermawan, mengatakan seluruh perangkat desa sejak awal berkomitmen menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik.
"Komitmen kami kepada masyarakat adalah nomor satu. Hasil Pilkades tidak boleh memengaruhi pelayanan. Kami tetap bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing," ujar Yandi.
Menurutnya, masyarakat tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan pemerintahan. Pilihan politik warga saat Pilkades tidak menjadi dasar untuk membedakan pelayanan.
"Pelayanan tetap berjalan sebagaimana sedia kala. Tidak ada perbedaan sedikit pun. Kami tetap memberikan pelayanan secara adil, transparan dan profesional tanpa melihat pilihan politik masyarakat," tegasnya.
Bukti bahwa roda pemerintahan tetap bergerak terlihat hanya berselang sehari setelah Pilkades. Pada Senin dan Selasa, 21-22 September 2026, perangkat Desa Lambangsari langsung kembali menjalankan sejumlah agenda pemerintahan.
Pemerintah desa mengikuti rapat koordinasi terkait pelaksanaan pembangunan Jalan Raya Desa Lambangsari, melakukan rapat bersama Camat Tambun Selatan terkait inventarisasi aset desa, hingga menerima kunjungan kegiatan kokurikuler siswa SDIT Rejis Kota Bekasi yang datang untuk mempelajari pemerintahan desa.
Agenda tersebut berjalan di tengah proses transisi kepemimpinan desa. Artinya, pergantian pemimpin tidak membuat mesin pemerintahan ikut berhenti.
Yandi menyebut perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, setelah kontestasi selesai, masyarakat diharapkan kembali bersatu dan bersama-sama menjaga kondusivitas Desa Lambangsari.
"Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Setelah seluruh tahapan Pilkades selesai, mari kita kembali bersatu dan bersama-sama menjaga persatuan, ketertiban serta keberlangsungan pembangunan Desa Lambangsari," katanya.
Pemerintah Desa Lambangsari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, panitia Pilkades, unsur keamanan, BPD, perangkat desa serta seluruh pihak yang turut menjaga pelaksanaan Pilkades 2026 berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Ke depan, perangkat desa memastikan pelayanan administrasi kependudukan, surat-menyurat, pelayanan masyarakat, koordinasi pemerintahan dan kebutuhan warga lainnya tetap berjalan sesuai tugas dan kewenangan. Yakni, hingga kepala desa yang baru dilantik pada 4 November 2026.
Pemerintah Desa Lambangsari juga akan mendukung proses transisi kepemimpinan desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yang menarik, profesionalisme perangkat desa dalam menghadapi perubahan hasil politik tersebut tidak muncul begitu saja. Konsistensi mereka untuk tetap bekerja, melayani dan menjalankan tanggung jawab pemerintahan di tengah pergantian kepemimpinan dapat dilihat sebagai salah satu hasil dari proses pembinaan aparatur yang telah dibangun kepala desa sebelumnya.
Mental melayani dan rasa tanggung jawab yang tetap dijaga para perangkat desa menunjukkan bahwa fondasi pemerintahan tidak semata bergantung pada siapa yang duduk sebagai kepala desa.
Akhirnya, kepala desa memang bisa berganti. Hasil politik pun bisa berubah. Tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan.
"Melayani Masyarakat, Menjaga Persatuan, Melanjutkan Pengabdian." (Ccp)
0 Komen