Mengisi Liburan Sekolah dengan Kegiatan Positif untuk Penguatan Karakter Pancawaluya Oleh: Sudarno, S.Th.I., M.Pd.
Liburan sekolah merupakan fase penting dalam siklus pendidikan peserta didik. Di SMAN 8 Tambun Selatan, kami memandang liburan bukan sebagai masa “berhenti belajar”, melainkan sebagai ruang transisi strategis untuk memperkuat karakter, kemandirian, dan nilai-nilai kehidupan. Sejalan
dengan visi sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter unggul, berdaya saing, dan berakar pada nilai kearifan lokal, masa liburan diarahkan sebagai wahana penguatan karakter Pancawaluya: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Sebagai kebijakan sekolah, SMAN 8 Tambun Selatan menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari implementasi Kurikulum Sekolah. Oleh karena itu, sekolah tidak membiarkan masa liburan berjalan tanpa arah, tetapi merancangnya melalui program penguatan karakter berbasis keluarga, lingkungan, dan komunitas. Kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk panduan kegiatan liburan bermakna yang disosialisasikan kepada orang tua dan peserta didik sebelum libur dimulai.
Penguatan karakter cageur diwujudkan melalui program Liburan Sehat dan Aktif. Sekolah mendorong peserta didik untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental dengan aktivitas olahraga mandiri, senam keluarga, bersepeda, serta kegiatan alam terbuka yang aman dan edukatif. Dalam kebijakan sekolah, wali kelas berperan sebagai pendamping yang memotivasi siswa untuk melaporkan aktivitas sehatnya secara reflektif, bukan administratif. Tujuannya adalah membangun kesadaran bahwa kesehatan merupakan fondasi utama keberhasilan belajar dan kehidupan.
Karakter bageur diperkuat melalui program Aksi Sosial Pelajar SMAN 8. Selama liburan, peserta didik didorong terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing, seperti membantu kegiatan keagamaan, bakti sosial, pengelolaan kebersihan lingkungan, atau kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Sekolah memposisikan kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan Profil Pelajar Pancasila, sehingga nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial tumbuh melalui pengalaman nyata, bukan sekadar wacana.
Nilai bener, yang bermakna jujur dan berintegritas, menjadi fokus penting dalam kebijakan pembinaan karakter SMAN 8 Tambun Selatan. Pada masa liburan, peserta didik dilatih untuk bertanggung jawab atas waktu dan pilihannya sendiri. Sekolah mengembangkan program Refleksi Liburan Berintegritas, di mana siswa menuliskan pengalaman, tantangan, serta nilai yang dipelajari selama liburan secara jujur dan personal. Refleksi ini tidak dinilai secara akademik, tetapi dijadikan bahan dialog antara guru, siswa, dan orang tua ketika masuk sekolah kembali.
Sementara itu, karakter pinter dikembangkan melalui kebijakan Literasi dan Pengembangan Minat Bakat. SMAN 8 Tambun Selatan mendorong peserta didik memanfaatkan liburan untuk membaca buku nonteks pelajaran, mengikuti kelas daring, belajar keterampilan baru, atau mengembangkan bakat seni dan olahraga. Sekolah memberikan kebebasan bertanggung jawab kepada siswa untuk memilih aktivitas sesuai minatnya, sebagai wujud nyata semangat merdeka belajar. Hasil dari kegiatan ini kemudian dipresentasikan secara sederhana dalam forum kelas sebagai bentuk pembelajaran reflektif.
Adapun karakter singer—tangguh, cekatan, dan adaptif—diperkuat melalui program Proyek Kehidupan Nyata. Peserta didik didorong terlibat dalam aktivitas produktif seperti membantu usaha orang tua, kewirausahaan kecil, kepanitiaan kegiatan pemuda, atau proyek keluarga. Sekolah
Penulis adalah Kepala Sekolah di SMAN 8 Tambun Selatan
memandang pengalaman menghadapi tantangan nyata selama liburan sebagai laboratorium kehidupan yang sangat efektif dalam membentuk mental tangguh, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Seluruh kebijakan dan program tersebut dirancang dengan prinsip kolaborasi tripusat pendidikan: sekolah, keluarga, dan masyarakat. SMAN 8 Tambun Selatan tidak mengambil alih peran keluarga, tetapi hadir sebagai mitra yang memberikan arah, nilai, dan penguatan. Orang tua dilibatkan sebagai pendamping utama, sementara masyarakat menjadi ruang belajar yang autentik bagi peserta didik.
Sebagai Kepala Sekolah, saya meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari kualitas karakter yang tumbuh secara konsisten, termasuk di masa liburan. Dengan kebijakan yang terarah dan program yang kontekstual, liburan sekolah di SMAN 8 Tambun Selatan menjadi bagian utuh dari proses pendidikan karakter Pancawaluya. Dari sinilah kami menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat, berakhlak, berintegritas, dan tangguh menghadapi masa depan.
0 Komen