Maulid Nabi Jadi Momentum Membentuk Akhlak Siswa
Cikarang Barat, Bintang_Save.com - Plt. Kepala SDN Kalijaya 10, Arif Syaripudin, S.Pd., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai agama, keteladanan, serta pembentukan karakter kepada para siswa sejak usia dini.
Menurut Arif, meskipun kegiatan dilaksanakan secara sederhana di lingkungan sekolah, hal yang paling penting adalah pesan dan nilai pendidikan yang dapat diterima oleh peserta didik.

“Yang paling penting bukan kemeriahan acaranya, tetapi bagaimana anak-anak dapat memahami makna Maulid Nabi, mencintai Rasulullah SAW, serta meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arif.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Para siswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi anak yang memiliki akhlak baik, menghormati guru, menyayangi sesama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. Karena ilmu akan semakin berarti apabila dibarengi dengan akhlak yang baik,” tuturnya.

Lina Apresiasi Kesuksesan Pelaksanaan
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala SDN Kalijaya 07, Lina, S.Pd., yang turut melihat langsung pelaksanaan peringatan Maulid Nabi di SDN Kalijaya 10. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut menjadi hal yang membanggakan, terlebih kedua sekolah berada dalam satu lingkungan kompleks.
Lina menilai kesederhanaan pelaksanaan tidak mengurangi makna kegiatan. Justru, menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana seluruh rangkaian acara mampu memberikan pembelajaran keagamaan dan keteladanan kepada para siswa.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi di SDN Kalijaya 10. Walaupun dilaksanakan secara sederhana di ruang kelas, acaranya dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting adalah anak-anak mendapatkan makna dan inti dari peringatan Maulid Nabi,” ungkap Lina.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Arif Syaripudin beserta jajaran guru yang telah mengupayakan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Menurut Lina, kegiatan keagamaan di sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun karakter mereka.
“Dari sejak kecil anak-anak perlu ditumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah. Di era digitalisasi seperti sekarang, anak-anak bukan hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga pengetahuan agama dan karakter yang baik,” katanya.
Lina menambahkan, terlaksananya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama antara sekolah, guru, komite, serta orang tua siswa. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan dapat terus diperkuat di lingkungan sekolah.
Dongeng Kak Leman dan Bagyo Perkuat Pesan Keteladanan
Pesan-pesan keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi kemudian disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak melalui dongeng yang dibawakan Kak Leman bersama boneka pendampingnya, Bagyo.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menghibur, Kak Leman mengajak para siswa mengenal kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran hingga perjalanan dakwah Rasulullah.
Kehadiran Bagyo membuat suasana semakin menarik dan membantu siswa mengikuti cerita dengan lebih antusias. Melalui metode dongeng tersebut, nilai-nilai keteladanan Rasulullah disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Rangkaian kegiatan itu sekaligus memperkuat tujuan utama peringatan Maulid Nabi di SDN Kalijaya 10, yakni menjadikan peringatan kelahiran Rasulullah SAW bukan hanya sebagai acara tahunan, tetapi sebagai sarana pendidikan karakter.
Dengan demikian, nilai yang ingin ditanamkan kepada siswa bukan hanya tentang mengenal sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga bagaimana menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersikap kepada guru, orang tua, teman, maupun lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, SDN Kalijaya 10 berupaya membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan kecintaan terhadap agama serta Rasulullah SAW.(TS)
0 Komen