Cegah Stunting, DPRD dan Dinas Perikanan Bekasi Perkuat Program Siap Bugarkan, 60 Warga Terima Bantuan Ikan
Tarumajaya, Bintang_Save.Com – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bekasi terus diperkuat melalui program Intervensi Stunting Siap Bugarkan yang dilaksanakan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Kali ini, program tersebut menyasar 60 warga penerima manfaat di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Rabu (28/10/2026), melalui penyaluran bantuan ikan sebagai salah satu sumber protein untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H. Ade Sukron, S.H.I., M.Si., bersama jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, pemerintah desa, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyampaikan bahwa program Siap Bugarkan sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung upaya pencegahan stunting.
.jpeg)
Menurutnya, program tersebut perlu dirancang secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
“Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan perhatian, kemudian menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pemberian ikan sebagai sumber protein untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.
Ade Sukron menjelaskan, DPRD Kabupaten Bekasi melalui Komisi II turut mengkaji program bersama perangkat daerah terkait. Ia berharap pelaksanaan program dapat dievaluasi secara berkala untuk mengetahui manfaatnya bagi masyarakat sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam memperluas jangkauan program pada tahun mendatang.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sarana pembibitan ikan agar ketersediaan ikan di Kabupaten Bekasi semakin meningkat. Menurutnya, penguatan sektor perikanan perlu didukung perencanaan yang matang, ketersediaan lahan, serta alokasi anggaran yang sesuai kebutuhan.
.jpeg)
“Kalau pelaksanaannya menunjukkan dampak positif, tentu program ini perlu dievaluasi agar ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kita juga harus melihat kebutuhan masyarakat di wilayah lain yang belum tersentuh program,” katanya.
Dinas Perikanan Perluas Jangkauan Program
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudin, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa program Siap Bugarkan dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Berdasarkan data yang disampaikan Wahyudin dalam wawancara, konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Bekasi masih berada di kisaran 22 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata-rata nasional disebut mencapai sekitar 26 kilogram per kapita per tahun.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya intervensi untuk mendorong masyarakat agar lebih terbiasa mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan bergizi.
Wahyudin menuturkan, program Siap Bugarkan tidak hanya berfokus pada pemberian ikan segar. Kegiatan tersebut juga dirancang melalui sosialisasi, pelatihan, serta dukungan sarana bagi pembudidaya dan pengolah ikan.

Adapun kelompok sasaran program meliputi ibu hamil, ibu menyusui, remaja putri calon pengantin, dan balita. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui koordinasi dengan puskesmas, pemerintah desa atau kelurahan, serta pihak kecamatan agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia mengungkapkan, cakupan program yang sebelumnya dilaksanakan di tiga lokasi kemudian diperluas menjadi 25 lokasi setelah program dipaparkan dan mendapat respons dari pihak terkait.
“Awalnya program ini dilaksanakan di tiga lokasi. Setelah kami memaparkan program dan mendapatkan respons positif, ada dorongan untuk menambah lokus. Akhirnya, dialokasikan untuk 25 lokasi,” jelasnya.
Menurut Wahyudin, perluasan tersebut membuat jumlah penerima manfaat disesuaikan menjadi 60 orang di setiap lokasi agar program dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Di samping itu, Dinas Perikanan juga berencana mengkaji alternatif pengembangan sarana pembibitan ikan. Kajian tersebut diperlukan untuk mengatasi kendala pengadaan lahan dan mendukung peningkatan kapasitas produksi perikanan di Kabupaten Bekasi.
Pemerintah Desa Berharap Program Berkelanjutan
Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pahlawan Setia, Amin, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program Siap Bugarkan di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi karena bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan protein keluarga.
“Kami selaku pemerintah desa bersyukur dan berterima kasih atas adanya program dari Dinas Perikanan ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan protein dan meningkatkan kualitas gizi keluarga,” ujar Amin.
Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan warga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan tidak terputus, karena manfaatnya sangat positif bagi warga Desa Pahlawan Setia,” katanya.
Puskesmas Perkuat Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga
Dukungan terhadap program Siap Bugarkan juga datang dari tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Desa Pahlawan Setia. Siti Sarah, bidan desa, bersama Lufy, tenaga ahli gizi, menjelaskan bahwa puskesmas berperan dalam pendataan sasaran, pemantauan kesehatan, serta edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi.
Pendataan penerima manfaat dilakukan berdasarkan informasi kesehatan yang tersedia dan kriteria prioritas, dengan perhatian khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta remaja putri calon pengantin.
Pihak puskesmas menilai bantuan ikan dapat membantu keluarga, khususnya masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan protein.
Namun, pemenuhan gizi tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan. Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi agar memahami pentingnya asupan protein dan cara mengolah ikan dengan tepat sehingga dapat menyajikan makanan bergizi bagi keluarga.
Karena itu, pihak puskesmas berharap kolaborasi dengan Dinas Perikanan dapat dikembangkan melalui penyuluhan gizi, pelatihan pengolahan ikan, hingga edukasi mengenai budidaya ikan skala rumah tangga.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga.
Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Stunting
Pelaksanaan program Siap Bugarkan di Desa Pahlawan Setia menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan menyediakan intervensi berbasis pangan, DPRD mendorong evaluasi dan keberlanjutan program, pemerintah desa mendukung pelaksanaan di tingkat wilayah, sedangkan tenaga kesehatan berperan dalam pendataan serta edukasi gizi.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan ikan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan pengetahuan tentang gizi, serta pengembangan kapasitas budidaya ikan.
Dengan dukungan anggaran, perencanaan yang tepat, dan koordinasi lintas sektor, program Siap Bugarkan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga serta menekan risiko stunting di Kabupaten Bekasi.(ADV)
0 Komen