post image

PGRI Cibitung Gelar Workshop Guru ABK, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif


Cibitung, Bintang-save.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cibitung menggelar workshop bagi para guru yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Muktiwari 03 Cibitung pada Rabu, 4 Februari 2026.
Workshop tersebut menghadirkan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan serta Penjaminan Mutu Pendidikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Permana, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, ia memberikan penguatan kepada para guru terkait peningkatan kompetensi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang tepat dan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dalam pemaparannya, Asep Permana menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, tumbuh dan berkembang, serta meraih masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, para pendidik diharapkan mampu memahami karakteristik serta kebutuhan belajar setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Kegiatan workshop ini juga merupakan bagian dari tugas kedinasan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bekasi, khususnya dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para guru diberikan pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran yang tepat, strategi pendampingan, serta pentingnya kesabaran, empati, dan dedikasi dalam mendampingi peserta didik.
Para peserta yang terdiri dari guru-guru di wilayah Cibitung tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Diharapkan, melalui kegiatan ini para guru dapat semakin siap dan terampil dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat belajar dengan nyaman dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Semangat dan komitmen para guru menjadi harapan besar bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan demikian, pendidikan yang ramah, adil, dan bermakna bagi seluruh peserta didik dapat terwujud di Kabupaten Bekasi. (TS)

0 Komen