Pemkab Bekasi Tegaskan Komitmen Mitigasi Banjir dalam Evaluasi 14 Hari Tanggap Darurat
Bekasi, Bintang Save.com – Memasuki hari ke-14 Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, memimpin langsung rapat evaluasi yang digelar di Ruang Rapat BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa (18/3). Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari dinas terkait, camat, serta unsur TNI dan Polri, untuk meninjau efektivitas langkah-langkah penanggulangan yang telah dilakukan selama masa tanggap darurat.
Dalam rapat tersebut, Bupati Bekasi menyoroti alih fungsi lahan sebagai faktor utama penyebab banjir dan menegaskan akan mengambil langkah tegas dalam pengendalian tata ruang serta rehabilitasi lahan terdampak. Ia menyatakan bahwa maraknya perubahan fungsi lahan tanpa pengawasan yang ketat telah memperparah kondisi banjir di beberapa titik rawan.
"Banjir yang terjadi ini tidak lepas dari perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali. Oleh karena itu, kami akan melakukan langkah-langkah strategis untuk menata kembali tata ruang dan merehabilitasi lahan yang terdampak," ujar Ade Kuswara Kunang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan berbagai strategi jangka panjang dalam pengendalian banjir, termasuk normalisasi sungai, penertiban bangunan liar di bantaran sungai, serta pengalokasian anggaran khusus untuk upaya mitigasi bencana. Selain itu, Pemkab Bekasi juga tengah mengembangkan sistem peringatan dini dan memperkuat kerja sama dengan instansi terkait guna mempercepat respons terhadap potensi bencana.
"Dari hasil evaluasi selama 14 hari tanggap darurat, kami berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur drainase, merehabilitasi lahan yang rusak, serta meningkatkan edukasi masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi dan mencegah bencana banjir di masa mendatang," tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya mitigasi banjir. Ia berharap dengan adanya kolaborasi yang baik, risiko banjir dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bekasi akan segera menyusun kebijakan ketat terkait izin penggunaan lahan, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, program penghijauan dan pembangunan embung akan terus digalakkan untuk mendukung upaya penanggulangan banjir secara berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkab Bekasi berharap dapat mengurangi risiko banjir di wilayahnya dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
(ADV)
0 Komen