Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jadi Simbol Perjuangan Buruh Indonesia
Jakarta, Bintang _Save.com - Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Peresmian museum tersebut menjadi momentum penting dalam upaya negara mengabadikan perjuangan kaum buruh sekaligus mengenang sosok Marsinah sebagai simbol keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.
Museum Marsinah dibangun bukan hanya sebagai bangunan memorial semata, melainkan sebagai ruang edukasi, refleksi, dan kontemplasi nasional mengenai perjalanan panjang perjuangan buruh di tanah air. Kehadiran museum ini juga menjadi bentuk penghormatan negara terhadap jejak perjuangan Marsinah yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan, 10 November 2025 lalu.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo yang disaksikan ribuan buruh serta sejumlah tokoh nasional dan internasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut meninjau area pameran museum yang menampilkan berbagai artefak bersejarah peninggalan Marsinah.
Didampingi Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Presiden Prabowo terlihat mengamati sejumlah koleksi yang memiliki nilai historis tinggi. Salah satu benda yang paling menyita perhatian adalah sepeda ontel asli milik Marsinah yang dahulu digunakan untuk beraktivitas sehari-hari dari tempat indekosnya di Sidoarjo menuju pabrik tempatnya bekerja.
Sepeda sederhana tersebut kini menjadi simbol perjuangan dan kesederhanaan seorang aktivis buruh yang konsisten memperjuangkan hak pekerja hingga akhir hayatnya.
Peresmian Museum Marsinah berlangsung meriah dan penuh semangat solidaritas. Sekitar 7.000 buruh dari berbagai daerah hadir memadati lokasi acara. Tidak hanya itu, sejumlah perwakilan serikat pekerja internasional juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan hak asasi pekerja dan keadilan industrial di Indonesia.
Kehadiran delegasi luar negeri menunjukkan bahwa perjuangan Marsinah telah melampaui batas nasional dan menjadi inspirasi universal dalam perjuangan hak-hak buruh di berbagai negara.
Di sela agenda peresmian, apresiasi juga diberikan kepada langkah strategis pemerintahan Kabinet Merah Putih yang telah membentuk Desk Ketenagakerjaan di bawah Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter). Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja dan menciptakan hubungan industrial yang lebih adil.
Unit penegakan hukum ketenagakerjaan itu direncanakan akan diperluas hingga tingkat Polres di seluruh Indonesia guna mempercepat penyelesaian sengketa industrial, mencegah pelanggaran hak pekerja, serta memberikan kepastian hukum secara preventif dan berkeadilan.
Dengan diresmikannya Museum Marsinah, pemerintah berharap generasi muda dapat terus mengenang nilai perjuangan, keberanian, dan semangat keadilan sosial yang diwariskan Marsinah bagi bangsa Indonesia.
(Vivi)
0 Komen