post image

Petani Lubuklinggau Menjerit! Hama Tikus dan Burung Ancam Gagal Panen Massal

Lubuklinggau, Bintang-Save.com – Ancaman gagal panen kini menghantui para petani padi di Kota Lubuklinggau. Serangan hama tikus dan burung yang terjadi secara bersamaan membuat para petani resah karena hasil panen mereka terancam mengalami kerusakan parah bahkan habis sebelum dipetik.
Di sejumlah wilayah persawahan, terutama di kawasan Kecamatan Lubuklinggau Timur I, kondisi tanaman padi yang mulai menguning tampak rusak akibat serangan tikus pada malam hari. Sementara pada siang hari, kawanan burung datang menyerbu area persawahan dan memakan bulir padi yang sudah memasuki masa panen.
Situasi tersebut membuat para petani mengalami kerugian besar. Mereka mengaku sudah berupaya melakukan berbagai cara secara mandiri untuk mengusir hama, mulai dari memasang jaring pelindung, alat pengusir suara, hingga penjagaan langsung di sawah. Namun, upaya itu dinilai belum mampu mengatasi serangan hama yang semakin masif.
“Kami sudah pasang jaring dan alat pengusir suara, tapi tikus dan burung tetap datang. Kalau kondisi ini terus terjadi, hasil panen bisa habis. Kami berharap ada perhatian serius dari Dinas Pertanian,” ungkap salah satu petani setempat.
Menurut para petani, kondisi ini tidak hanya mengancam pendapatan masyarakat tani, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi pangan lokal apabila tidak segera ditangani secara serius dan terpadu.

Mereka berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Pertanian segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan solusi nyata bagi petani yang terdampak.
Para petani meminta adanya bantuan berupa perangkap tikus, alat pengusir burung yang aman bagi tanaman, hingga pendampingan teknis dalam penanganan hama terpadu agar sisa tanaman padi yang masih bisa diselamatkan tidak kembali rusak.
“Kami butuh tindakan cepat, bukan hanya menunggu laporan. Kalau terlambat, petani bisa gagal panen total,” tambah petani lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau terkait langkah konkret penanganan serangan hama tikus dan burung yang dikeluhkan para petani tersebut.
(Ae/Mil)

0 Komen