MPLS SMAN 1 Cikarang Utara 2026 Usung Sekolah Ramah dan Humanis, Bangun Karakter Siswa Melalui Kolaborasi Guru, TNI-Polri, dan 23 Ekstrakurikuler
Cikarang Utara, Bintang_Save.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Cikarang Utara tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan peserta didik baru. Lebih dari itu, MPLS dijadikan sebagai momentum membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, menggali potensi peserta didik, serta memperkenalkan budaya sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan harmonis sesuai arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Cikarang Utara, Dadi Setiadi, S.Pd., didampingi Ketua OSIS Athifa Nabiha Arsy, siswi Kelas XII Jurusan Matematika dan Sains, saat berbincang bersama Tumpal dari Media Bintang Save di sela kegiatan MPLS, Senin (20/7/2026).

Menurut Dadi Setiadi, pelaksanaan MPLS tahun ini dikemas lebih edukatif, humanis, dan menyenangkan sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan siswa.
"Sejak hari pertama, peserta didik diperkenalkan kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, tata tertib sekolah, fasilitas pendidikan, budaya belajar, hingga berbagai program unggulan sekolah. Tujuannya agar mereka mampu mengenal lingkungan sekolah secara utuh sehingga siap mengikuti proses pembelajaran selama tiga tahun ke depan," ujar Dadi.
.jpeg)
Ia menjelaskan, selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta didik juga memperoleh berbagai materi dari narasumber eksternal sebagai bagian dari penguatan karakter. Materi tersebut diberikan oleh unsur TNI dan Polri mengenai bela negara, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pencegahan kenakalan remaja. Sementara tenaga kesehatan dari Puskesmas memberikan edukasi mengenai kesehatan fisik dan mental agar peserta didik memiliki pola hidup sehat selama menjalani pendidikan.
Menurutnya, pola pelaksanaan MPLS saat ini sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, bebas perundungan, menghargai keberagaman, serta mendorong peserta didik tumbuh sesuai bakat dan potensinya.
Selain itu, pelaksanaan MPLS juga mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membentuk generasi berkarakter melalui nilai-nilai Panca Waluya, yaitu melahirkan peserta didik yang cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (jujur), pinter (cerdas), dan singer (terampil). Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun karakter generasi muda Jawa Barat yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
.jpeg)
"Harapan kami, setelah mengikuti MPLS, peserta didik bukan hanya mengenal sekolah, tetapi juga memiliki karakter yang baik, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki," katanya.
Dadi juga mengungkapkan bahwa sekolah mulai menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mengenali karakter dan gaya belajar masing-masing siswa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, menyenangkan, dan mendorong peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.
Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Cikarang Utara, Athifa Nabiha Arsy, mengatakan bahwa OSIS berperan aktif sebagai panitia MPLS sekaligus menjadi jembatan antara peserta didik baru dengan kehidupan sekolah.
Menurut Athifa, salah satu kegiatan yang paling diminati peserta didik baru adalah demonstrasi ekstrakurikuler. Dalam kegiatan tersebut, setiap organisasi dan ekstrakurikuler menampilkan pertunjukan maupun presentasi untuk memperkenalkan program, prestasi, serta aktivitas yang dapat diikuti siswa.
"Tahun ini ada sekitar 23 ekstrakurikuler yang diperkenalkan kepada peserta didik baru. Masing-masing menampilkan demonstrasi agar adik-adik kelas memiliki gambaran sebelum memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka," jelas Athifa.
Berbagai ekstrakurikuler tersebut meliputi bidang akademik, olahraga, seni, organisasi, lingkungan hidup, hingga kepemimpinan. Bahkan tahun ini terdapat beberapa kegiatan baru yang semakin memperkaya pilihan peserta didik, seperti Debat Bahasa Indonesia, Pusaka Wira, serta Putra Putri Siswa (PPS).
Ia berharap pengenalan ekstrakurikuler sejak MPLS mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik baru untuk aktif berorganisasi dan mengembangkan kemampuan di luar kegiatan belajar di kelas.
Melalui sinergi antara pihak sekolah, guru, OSIS, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta seluruh warga sekolah, SMAN 1 Cikarang Utara berkomitmen menjadikan MPLS sebagai awal yang positif dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berprestasi, berwawasan kebangsaan, sehat, kreatif, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang unggul sesuai visi pendidikan nasional dan pembangunan karakter Pemerintah Provinsi Jawa Barat.(TS)
0 Komen