Hari Terakhir MPLS SMAN 2 Tambun Selatan, Tanamkan Karakter Pancawaluya dan Cetak Generasi Berprestasi
Tambun Selatan, Bintang_Save.com – Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 2 Tambun Selatan resmi berakhir setelah berlangsung selama lima hari. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta menggali potensi siswa sebagai bekal selama menempuh pendidikan di jenjang SMA.

Plt. Kepala SMAN 2 Tambun Selatan/Maung Burhanudin, M.Pd
Pelaksanaan MPLS tahun ini memiliki makna yang istimewa. Pada pembukaan kegiatan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., hadir sebagai pembina upacara. Kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta didik baru untuk membangun semangat belajar, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul, berintegritas, dan peduli terhadap lingkungan sosial.

Kepala Dinas Sozial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, SE. M.A.P Bertindak Sebagai Pembina Upacara Pembukaan MPLS Di SMAN 2 Tambun Selatan
Memasuki hari terakhir MPLS, berbagai kegiatan ditutup dengan unjuk bakat dan minat peserta didik baru serta pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan potensi siswa selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Tambun Selatan.
.jpeg)
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Tambun Selatan, Mintar Saija, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS dirancang sebagai fondasi awal agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya belajar, membangun kedisiplinan, serta memiliki karakter yang kuat.

Menurutnya, pembinaan peserta didik di SMAN 2 Tambun Selatan mengacu pada lima karakter utama Pancawaluya, yaitu Cager, Bager, Bener, Pinter, dan Singer, yang menjadi pedoman dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.

"Karakter pertama adalah Cager, yaitu sehat jasmani dan rohani. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Mekarsari melalui Program Kartu Satu Sehat sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan peserta didik," ujar Mintar Saija kepada Bintang_Save.com.
.jpeg)
Selain aspek kesehatan, pembentukan akhlak menjadi prioritas utama sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki peserta didik.
"Karena itu moto sekolah kami adalah Berakhlak, Berprestasi, dan Berkarakter Pancawaluya. Kami ingin siswa memiliki akhlak yang baik sebagai pondasi sebelum meraih berbagai prestasi," katanya.
Ia menambahkan, karakter Bener menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada setiap peserta didik. Nilai tersebut diyakini menjadi bekal penting dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun ketika kelak memasuki dunia kerja.
Sementara karakter Pinter mendorong siswa menjadi pribadi yang cerdas, adaptif, serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan zaman. Sekolah juga terus mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk penguatan kemampuan bahasa Inggris dan pembelajaran yang mendukung daya saing peserta didik.
Adapun karakter Singer diarahkan untuk membentuk siswa yang tangguh, kreatif, inovatif, serta mampu bekerja sama. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.
"Hari terakhir MPLS menjadi momentum rekrutmen ekstrakurikuler. Kami memiliki sekitar 15 kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih siswa sesuai bakat dan minatnya. Kami ingin seluruh peserta didik memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua OSIS SMAN 2 Tambun Selatan, Rony Pedrosa Obama Sihombing, siswa kelas XII F1C Jurusan IPA Murni, menjelaskan bahwa OSIS memiliki peran strategis sebagai mitra sekolah dalam mendampingi peserta didik baru selama pelaksanaan MPLS.
Menurutnya, OSIS tidak hanya bertugas sebagai panitia pelaksana, tetapi juga menjadi sahabat sekaligus sumber informasi bagi peserta didik baru mengenai budaya sekolah, tata tertib, organisasi, hingga berbagai pilihan ekstrakurikuler.
"Peran utama kami adalah mendukung seluruh program sekolah, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancawaluya. Kami ingin adik-adik merasa nyaman, percaya diri, serta mengenal lingkungan sekolah sejak hari pertama," ujarnya.
Rony mengatakan, SMAN 2 Tambun Selatan memiliki berbagai organisasi dan ekstrakurikuler, di antaranya Karya Ilmiah Remaja (KIR), ICT, Robotik, Jurnalistik, Marabunta, MPK, OSIS, Paskibra, Pramuka, hingga berbagai kegiatan seni, olahraga, dan pengembangan diri lainnya.
Melalui kegiatan MPLS, pengurus OSIS membantu mengarahkan peserta didik baru memilih kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal.
"Kalau ada siswa yang memiliki kemampuan di bidang coding, kami arahkan ke ICT. Kalau menyukai kegiatan alam bebas, kami memiliki Marabunta yang didukung fasilitas panjat tebing dan berbagai aktivitas luar ruang. Kami ingin setiap siswa menemukan tempat terbaik untuk mengembangkan potensinya," jelasnya.
Sebagai penutup MPLS, sekolah menggelar kegiatan unjuk bakat dan minat sebagai sarana bagi peserta didik baru untuk menunjukkan kemampuan, membangun rasa percaya diri, sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana sekolah yang ramah, aman, inklusif, dan humanis.
Rony berharap seluruh peserta didik baru memanfaatkan masa tiga tahun di SMAN 2 Tambun Selatan dengan aktif mengikuti organisasi maupun ekstrakurikuler. Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, public speaking, manajemen kegiatan, membangun jejaring, hingga membuka peluang memperoleh beasiswa di masa depan.
"Kami berharap adik-adik memanfaatkan seluruh kesempatan yang ada di sekolah ini. Organisasi dan ekstrakurikuler bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi menjadi wadah belajar kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta membangun masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 2 Tambun Selatan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang sehat, berakhlak mulia, jujur, cerdas, kreatif, inovatif, serta berprestasi sesuai nilai-nilai Pancawaluya, sehingga mampu menjadi lulusan yang siap bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (TS)
0 Komen