MPLS SMPN 1 Tambun Selatan Ditutup, 440 Siswa Baru Siap Tempuh Pendidikan Tiga Tahun, Sekolah Perkuat Karakter dan Prestasi
Tambun Selatan, Bintang_Save.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Tambun Selatan resmi ditutup pada Selasa (21/7/2026). Selama lima hari pelaksanaan, mulai 15–17 Juli dan dilanjutkan pada 20–21 Juli 2026, para peserta didik baru mendapatkan berbagai pembekalan untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat berprestasi.
Pada hari terakhir MPLS, sekolah menggelar kegiatan Unjuk Karya sebagai bagian dari implementasi program MPLS Ramah. Bersamaan dengan itu, pihak sekolah juga mengadakan pertemuan dan sosialisasi kepada orang tua peserta didik baru di aula sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan visi, misi, kurikulum, program unggulan, tata tertib, kegiatan kesiswaan, hingga sarana dan prasarana sekolah yang akan menjadi bekal selama tiga tahun ke depan.

Kepala SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Dr. Hj. Annisa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah yang dipimpinnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada SMP Negeri 1 Tambun Selatan untuk mendidik putra-putrinya selama tiga tahun ke depan. Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya saat diwawancarai Bintang Save.
Menurutnya, pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMPN 1 Tambun Selatan menerima 440 peserta didik baru yang akan dibina menjadi generasi berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Pancawaluya, serta surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

"Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan proses pembelajaran yang humanis, aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Pendidikan karakter menjadi fondasi utama agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, saling menghormati, tidak melakukan bullying maupun tawuran, serta memiliki kepedulian terhadap sesama," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Annisa juga mengungkapkan masih adanya kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Dari total 36 ruang belajar yang dimiliki untuk melayani 33 rombongan belajar, terdapat beberapa ruang kelas di Gedung B dan Gedung C yang kondisinya sudah memprihatinkan sehingga tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Kami terus mengusulkan rehabilitasi ruang kelas melalui APBD maupun program bantuan pemerintah pusat. Harapan kami, SMP Negeri 1 Tambun Selatan dapat memperoleh bantuan rehabilitasi agar fasilitas belajar menjadi lebih layak dan nyaman bagi peserta didik," katanya.
Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan dapat segera terealisasi sehingga kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
Komite Sekolah Siap Perkuat Sinergi dengan Orang Tua
Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Bambang Supena, S.Sos., M.Si., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari orang tua, masyarakat hingga pemerintah.
"Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diamanatkan dalam Sistem Pendidikan Nasional. Karena itu, Komite Sekolah akan terus menjadi mitra strategis sekolah dalam mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan," ujarnya.
0 Komen