post image

Tekan Stunting hingga Desa, Gerakan Gemar Makan Ikan di Bekasi Diperkuat Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Cikarang Utara, Bintang_ Save.com — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bekasi terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi bersama DPRD, pemerintah kecamatan, serta puskesmas mengoptimalkan program “Intervensi Stunting Siap Bugarkan” dengan mendorong budaya gemar makan ikan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (22 April 2026) di Aula Kantor Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, dengan menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja putri calon pengantin.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Yulia Legiana, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program ini telah berjalan selama dua tahun dan secara konsisten difokuskan pada wilayah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah, khususnya daerah yang jauh dari pesisir.

“Kami memprioritaskan wilayah yang minim konsumsi ikan, padahal kandungan protein dan DHA dalam ikan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya sebatas pemberian bantuan ikan segar, tetapi juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai cara pengolahan ikan agar lebih variatif dan diminati, terutama oleh anak-anak.

“Pendekatan yang kami lakukan bersifat menyeluruh, mulai dari intervensi gizi hingga edukasi pola konsumsi. Data sasaran kami himpun melalui puskesmas dan sekolah agar tepat sasaran,” jelasnya.

Program ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan DPRD Komisi II. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Setu, Cibitung, dan Cikarang Selatan, dengan hasil yang menunjukkan tren penurunan angka stunting.

“Tahun ini kami melanjutkan program di Cikarang Utara, Bojongmangu, dan Kedungwaringin. Bantuan diberikan hingga enam kali dalam setahun agar perkembangan penerima manfaat dapat terpantau secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Darissalam. Ia menilai program pembagian ikan segar merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi ke arah yang lebih sehat.

“Program ini sangat relevan dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Kami di Komisi II akan terus mendorong agar program ini dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pola makan masyarakat perlu diarahkan tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Menurutnya, protein hewani dari ikan memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Meski demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Salah satunya adalah belum optimalnya fasilitas Balai Benih Ikan (BBI), yang dinilai belum memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah pusat.

“Kita perlu memperluas lahan budidaya, meningkatkan kualitas indukan, serta mendorong kemandirian produksi ikan di daerah agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Cikarang Utara, Sudin Samsudin, S.AP., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program di wilayahnya. Ia menilai kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Desa Karangasih.

“Kami sangat mendukung program ‘Intervensi Stunting Siap Bugarkan’ ini. Sebanyak 100 warga menerima bantuan ikan segar masing-masing dua kilogram. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Ia juga berharap program tersebut dapat diperluas ke seluruh desa di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi agar manfaatnya semakin merata.

“Atas nama masyarakat Karangasih, kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Program ini sangat membantu dan kami berharap dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sekaligus memperkuat upaya penurunan stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.(ADV)

0 Komen