post image

Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Gencarkan Program Gemarikan untuk Cegah Stunting di Desa Ciantra

Cikarang Selatan, Bintang Save.com - Selasa 25 Februari 2025 Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi terus menggiatkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Bapak Asuh Stunting sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting di wilayahnya. Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di Kantor Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk Camat Cikarang Selatan, Kapolsek, Danramil 08, Kepala Desa Ciantra, Puskesmas Cikarang Selatan, serta mahasiswa KKN Stunting dari UNISMA.

Program ini menargetkan ibu menyusui, ibu hamil, serta keluarga dengan balita yang berisiko stunting. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan bantuan ikan segar, seperti nila dan lele, yang kaya akan protein dan omega-3 guna meningkatkan gizi anak-anak dan mencegah stunting.

Sinergi Berbagai Pihak dalam Penanganan Stunting

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Iman Santoso M. MM, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam keberhasilan program ini. "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah kecamatan, desa, serta tenaga kesehatan dalam menyukseskan Gemarikan. Dengan kerja sama yang solid, kami optimis angka stunting dapat terus ditekan," ujarnya.

Dinas Perikanan menargetkan program ini berlangsung enam kali dalam setahun dengan satu acara puncak di tingkat kabupaten. Setiap kegiatan menargetkan 100 keluarga penerima manfaat, sehingga total 600 keluarga dapat merasakan manfaatnya sepanjang tahun. Selain distribusi ikan, masyarakat juga didorong untuk mengembangkan usaha olahan ikan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, SE, MSi, turut mendukung penuh program ini. Ia menilai bahwa Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam sektor perikanan yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. "Bekasi memiliki garis pantai dan tambak ikan yang luas. Kami ingin program ini tidak hanya sebatas distribusi ikan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk membudidayakan dan mengolah ikan secara mandiri," katanya.

Peran Puskesmas dalam Edukasi dan Pemantauan Gizi

Puskesmas Suka Sejati memiliki peran penting dalam pemantauan penerima manfaat program ini. Menurut Wahyuni dan Siti Nur Fadilah, selaku penanggung jawab program gizi, prevalensi stunting di Desa Ciantra saat ini mencapai 0,003%, dengan 10 dari 3.100 balita mengalami stunting.

"Kami memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan memberikan edukasi kepada penerima manfaat mengenai cara mengolah ikan agar lebih menarik bagi balita, seperti dibuat menjadi abon atau nugget ikan," ujar Siti Nur Fadilah.

Bidan Desa Ciantra, Ratus Dianingsih, menambahkan bahwa edukasi dilakukan melalui Posyandu dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan dalam pencegahan stunting.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Sekretaris Desa Ciantra, Triono, mengapresiasi langkah Dinas Perikanan dalam membantu masyarakat meningkatkan konsumsi ikan. Ia berharap program ini tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam budidaya ikan.

"Kami berencana mengembangkan kolam ikan yang dikelola oleh posyandu dan masyarakat setempat agar program ini berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang," jelas Triono.

Salah satu penerima manfaat program, Suci, yang merupakan warga Desa Ciantra, merasakan langsung dampak positif dari bantuan ini. "Dengan konsumsi ikan yang lebih baik, produksi ASI saya meningkat, sehingga anak saya tumbuh lebih sehat. Kami berharap program ini terus berlanjut agar lebih banyak ibu dan anak yang mendapatkan manfaatnya," ungkapnya.

Melalui program Gemarikan, Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pencapaian target zero stunting di Kabupaten Bekasi. TS

0 Komen