PROYEK PEMELIHARAAN KANSTEEN MALAH GANTI KERAMIK? LSM KCBI Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Pekerjaan di Komplek Wibawa Mukti
KABUPATEN BEKASI, Bintang_Save.com — Pelaksanaan proyek pemeliharaan di lingkungan Komplek Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Koordinator Nasional LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Luhut Sinaga, mempertanyakan kesesuaian antara nama paket pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan dengan pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan.
Berdasarkan data yang diperoleh, paket pekerjaan tersebut tercatat dengan nama Pemeliharaan atau Perbaikan Kansteen dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp197.730.000 dan nilai kontrak hasil negosiasi sebesar Rp197.431.282 yang dikerjakan oleh CV Kaka Wijaya.
Namun, hasil pemantauan di lokasi proyek menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, pekerjaan yang terlihat bukanlah perbaikan atau pemeliharaan kansteen sebagaimana tercantum dalam nama paket, melainkan pembongkaran dan pemasangan keramik lantai pada sejumlah area di lingkungan Komplek Wibawa Mukti.
Menurut Luhut Sinaga, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan pekerjaan dengan pelaksanaan di lapangan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami mempertanyakan kesesuaian antara nama paket pekerjaan dengan realisasi fisik yang dikerjakan. Jika paketnya pemeliharaan atau perbaikan kansteen, mengapa yang tampak justru pembongkaran dan penggantian keramik? Terlebih lagi, berdasarkan pengamatan kami, sebagian keramik yang dibongkar masih terlihat dalam kondisi layak,” ujar Luhut, Rabu (4/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa secara umum kansteen merupakan elemen beton pracetak yang berfungsi sebagai pembatas jalan, trotoar, taman, area parkir, maupun pengunci susunan paving block agar tidak bergeser. Oleh karena itu, pekerjaan penggantian keramik dinilai perlu mendapatkan penjelasan yang rinci dari pihak pengguna anggaran maupun pelaksana pekerjaan.
“Jika memang terdapat perubahan lingkup pekerjaan, tentu harus ada dasar administrasi dan teknis yang jelas. Jangan sampai nama paket dan pelaksanaan pekerjaan tidak sinkron karena hal tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai tata kelola anggaran dan akuntabilitas proyek,” tegasnya.
LSM KCBI juga menyoroti pentingnya prinsip efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah. Menurut mereka, setiap pekerjaan yang dibiayai dari uang rakyat harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan yang mendesak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di tengah banyaknya kebutuhan pembangunan yang masih harus dipenuhi, penggunaan anggaran harus dilakukan secara tepat sasaran. Apabila fasilitas yang masih layak pakai dibongkar tanpa alasan teknis yang jelas, tentu masyarakat berhak mempertanyakan urgensi dan efektivitas penggunaan anggaran tersebut,” lanjut Luhut.
Lebih jauh, KCBI meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui perangkat daerah terkait untuk memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai ruang lingkup pekerjaan, spesifikasi teknis, serta dasar pelaksanaan kegiatan yang saat ini tengah berjalan.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah digunakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap pihak terkait dapat menjelaskan secara transparan kepada publik. Jika seluruh pekerjaan telah sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan yang berlaku, tentu harus disampaikan secara terbuka. Namun apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka perlu dilakukan evaluasi agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi keuangan daerah,” pungkasnya.
Sorotan terhadap proyek ini menambah daftar pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang belakangan menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat. Publik kini menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis.
(Redaksi Bintang_Save.com)
0 Komen