Gubernur Jawa Barat Tinjau Kali Jambe, Desa Lambangsari Harap Solusi Banjir Berkelanjutan
Bekasi, Bintang-save.com — Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pipit Haryanti, S.Ei., menyambut baik peninjauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Kali Jambe di kawasan Crossing KM 19 Tol Jakarta–Cikampek, Kamis (08/01/2025). Kunjungan tersebut dipandang sebagai langkah awal untuk merumuskan penanganan banjir yang lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.
Pipit mengatakan, kehadiran Gubernur Jawa Barat di lapangan memberi harapan bagi warga yang selama ini terdampak luapan Kali Jambe, terutama saat intensitas hujan meningkat. “Peninjauan langsung ini penting karena persoalan banjir di Lambangsari sudah berlangsung lama dan memerlukan penanganan menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Pipit, Kali Jambe memiliki peran penting dalam sistem drainase kawasan Tambun Selatan. Namun, pendangkalan dan penyempitan alur sungai mengurangi kapasitas tampung air. Kondisi tersebut menyebabkan genangan cepat terbentuk dan berpotensi berkembang menjadi banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Ia berharap hasil peninjauan itu segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Dalam jangka pendek, Pipit menilai pembersihan tumpukan sampah di sekitar Crossing Tol Jakarta–Cikampek perlu menjadi prioritas. Sementara itu, untuk jangka menengah, ia mendorong penataan dan penertiban tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini sampahnya kerap terbawa arus dan menumpuk di Kali Jambe.
“Upaya normalisasi atau pelebaran kali juga perlu dipertimbangkan agar fungsi sungai sebagai saluran air dapat kembali optimal,” kata Pipit.
Pemerintah Desa Lambangsari, lanjut Pipit, siap mendukung kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam upaya penanggulangan banjir. Dukungan tersebut, menurut dia, penting agar penanganan tidak bersifat sementara, melainkan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan banjir di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut kondisi sungai dan sistem aliran air menjadi salah satu fokus utama yang perlu dibenahi secara bertahap.
Peninjauan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Lurah Jatimulya, serta tokoh masyarakat setempat. Warga yang menyaksikan kunjungan itu berharap pemerintah segera merealisasikan langkah konkret agar risiko banjir di wilayah mereka dapat diminimalkan. (Ccp/Red)
0 Komen