post image

Muscam MUI Setu Bahas Penguatan Peran Ulama

  • Administrator
  • 27 Nov 2025
  • Nasional
  • 37 Lihat

Setu, bintang-save.com– Suasana Aula Kantor Kecamatan Setu pada Kamis (27/11/2025) pagi menjadi penuh keakraban ketika para tokoh ulama, pengurus MUI, dan unsur pemerintah berkumpul untuk mengikuti Musyawarah Kecamatan (Muscam) MUI Setu. Mengusung tema “Menjaga Kebaikan, Merawat Kemaslahatan”, musyawarah ini menjadi momentum penting bagi penyusunan arah organisasi untuk lima tahun ke depan.

Camat Setu, Joko Dwijatmoko, M.Si., yang membuka kegiatan secara resmi, menyoroti pentingnya peran MUI sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan bahwa MUI memiliki fungsi strategis yang tidak hanya berkutat pada isu keagamaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam urusan sosial dan kemasyarakatan.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh pengurus. Semoga kepengurusan 2025–2030 diisi oleh orang-orang yang mampu membawa MUI Setu menjadi lebih baik. Kami siap mendukung siapa pun yang terpilih,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Muscam, Ustadz Eras Rasyied, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan amanah organisasi yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Ia berharap musyawarah tersebut menjadi titik awal penguatan peran MUI di tengah dinamika masyarakat.

“Semoga Muscam ini memperkokoh eksistensi MUI dan menjadi langkah awal menuju kesatuan yang lebih solid dalam menjaga kedamaian dan ketenangan umat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum MUI Kecamatan Setu, H. Anen. Ia menegaskan bahwa MUI harus menjadi wadah inklusif bagi seluruh umat Islam, serta memainkan peran sebagai katalisator yang mempertemukan kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“MUI ibarat rumah besar. Siapa pun boleh masuk dengan tujuan membawa nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Kami berharap pengurus yang baru dapat mengemban amanah dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bekasi, KH. Drs. Ahmad Sanukri, MM., mengingatkan kembali dua fungsi utama MUI: sebagai pelayan masyarakat dan mitra pemerintah. Ia menekankan bahwa kemitraan tersebut harus diperkuat melalui sikap proaktif dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga mengungkapkan adanya peningkatan anggaran bagi MUI kecamatan. Pada tahun 2025, anggaran naik menjadi Rp10 juta per kecamatan, dari sebelumnya Rp8 juta. Dana ini diharapkan memperkuat aktivitas MUI di tingkat bawah.

“Kami berharap setelah kepengurusan baru terbentuk, ada langkah nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si., dan Kapolsek Setu, yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Muscam. (AM/Ccp) 

0 Komen