Dinsos Musi Rawas dan Laskar Mental Gerak Cepat Tangani ODGJ, Pasien Dirujuk ke Palembang
MUSI RAWAS, Bintang_Save.Com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas bersama Laskar Mental bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang membutuhkan penanganan medis di Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu (BTS Ulu), Senin (2/11/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Dinsos dan Laskar Mental turun langsung memberikan pendampingan kepada warga berinisial S serta membantu keluarga mengakses pelayanan kesehatan. Penanganan dilakukan dengan melibatkan keluarga guna memastikan proses berjalan aman dan manusiawi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, S mengalami kondisi emosional tidak stabil dan memiliki riwayat perilaku temperamental ketika kondisinya kambuh. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran sehingga diperlukan penanganan medis dan pendampingan dari pihak terkait.
Setelah berhasil ditenangkan dengan bantuan keluarga, S dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, pemeriksaan dilanjutkan di RS Sobirin Musi Rawas sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, M. Rozak, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Dicky Ferdinand H., S.E., mengatakan bahwa respons cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial dan kesehatan.
“Setelah menerima laporan masyarakat, kami segera berkoordinasi dan turun ke lapangan bersama pihak terkait. Keselamatan pasien, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi perhatian utama. Kami juga memastikan yang bersangkutan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis sesuai kebutuhannya,” ujar Dicky.
Ia mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Masyarakat juga diminta tidak memberikan stigma negatif, melainkan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait agar memperoleh penanganan yang tepat.
Apresiasi turut disampaikan pihak keluarga atas pendampingan Dinsos dan Laskar Mental sejak penanganan awal hingga proses rujukan medis.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan Dinas Sosial serta Laskar Mental. Pendampingan ini sangat membantu keluarga kami. Kami berharap anggota keluarga kami mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan kondisinya segera membaik,” ungkap salah seorang kerabat S.
Sementara itu, Koordinator Laskar Mental, Nofi Ardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan sosial, khususnya dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan jiwa.
“Penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa harus mengedepankan pendekatan humanis, menjaga keselamatan, serta memastikan pasien memperoleh pelayanan medis yang tepat. Karena itu, koordinasi antara keluarga, pemerintah, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan,” jelas Nofi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi pasien. Apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada keluarga, pemerintah desa, Dinas Sosial, atau tenaga kesehatan.
Penanganan tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi pemerintah daerah, komunitas pendamping, keluarga, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan perlindungan serta akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penanganan persoalan kesehatan jiwa dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan manusiawi, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam menjalani proses perawatan.
(Ae)
0 Komen